You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Tamanbali
Logo Desa Tamanbali
Desa Tamanbali

Kec. Bangli, Kab. Bangli, Provinsi Bali

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI DESA TAMANBALI, MEDIA TRANSPARANSI ANGGARAN DAN TEMPAT PENGAJUAN SURAT MENYURAT ADMINISTRASI

Anak Muda Desa Bisa Jadi Pemasar Ulung

Admin Desa 07 April 2018 Dibaca 1.831 Kali
Anak Muda Desa Bisa Jadi Pemasar Ulung

Di jaman yang serba internet sekarang ini, anak muda memiliki kemampuan dan peran adalah golongan orang yang bisa menciptakan lompatan besar bagi desanya. Salahsatunya degan berperan mendorong tumbuhnya bisnis minimarket yang dikelola BUMDes alias BUMDes Mart. Caranya?

Salahsatu hal yang membuat perusahaan-perusahaan swasta bisa bergerak cepat membangun jaringan bisnis atau usaha adalah karena mereka memanfaatkan tenologi khususnya teknologi digital dalam memasarkan produknya. Misalnya, mempromosikan produk melalui jaringan Facebook, WhatApps, website dan sebagainya. Cara itu membuat mereka dengan cepat bisa menyebarkan pesan-pesannya dalam jangkauan yang luas.Selain cepat dan menjangkau banyak orang dengan kuat, teknologi digital juga sangat irit dibanding strategi pemasaran lainnya.

Maka, seharusnya cara ini juga dilakukan warga pedesaan untuk menjual berbagai produknya. Termasuk produk yang ada di BUMDesMart. Soalnya, tak kenal maka tak sayang adalah bagian paling dasar bagi setiap usaha mendapatkan pembeli produk atau pengguna jasa. Logikanya, bagaimana bisa setiap orang tahu apa saja yang dijual BUMDeMart jika tidak ada yang memberitahukan pada semua orang? Maka sangat penting mengembangkan sistem marketing melalui media sosial. Misalnya, ‘Hari ini Minyak Goreng merek A Diskon 15 persen di BUMDesMart’. Jangan salah, bagi para ibu, selisih harga Rp. 300 saja sudah akan membuat mereka berbondong-bondong ke sebuah toko.

Nah, alat yang paling tepat memberitahukan hal-hal seperti ini adalah melalui media sosial atau SMS. Hanya dengan beberapa menit mengetik kalimat lalu dikirim ke jaringan grup. Seketika itu pula pesan meyebar ke ratusan bahkan ribuan orang. Bayangkan! Apa hubungannya dengan anak muda desa? Karena hampir semua anak muda jaman sekarang ini memiliki smartphone ber-internet yang bisa melakukan itu. Sementara para orang tua di pedesaan, hampir pasti sebagian besar gaptek alias gagap teknologi.

Contoh nyata bagaimana naak muda dan media sosial berhasil menciptakan kesejahteraa sosial sangat terasa di desa-desa wisata di Yogyakarta. Banyak tempat wisata di desa-desa di Kota Budaya ini menjadi ramai didatangi orang setelah berbagai foto tempat itu menyebar di media sosial anak-anak muda. Para pemuda itu hanya berbekal Smartphone dan hanya dengan mengirim gambar ke jaringan temannya saja kemudian terjadi penyebaran berantai mengenai foto-foto eksotik tempat wisata di desa mereka. Hasilnya, dalam beberapa bulan saja tempat-tempat wisata itu menjadi primadona.

Dalam konteks BUMDesMart anak-anak muda desa sebenarnya bisa menjualan berbagai produk di desanya bukan hanya pada warga desa melainkan juga menjual produk-produk desanya ke pasar yang lebih luas di luar desa. Misalnya, menjual kerajinan khas desa ke pasar yang luas. Atau menjual makanan khas desa yang bisa dikirim dan kuat bertahan beberapa hari. Seperti yang dilakukan anak-anak muda Jepara dalam menjual produk mebel ukir asli buatan tangan warga daerahnya. Tertarik?(adji/www.berdesa.com)

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 2.013.004.968,54 Rp 2.721.272.000,00
73.97%
Belanja
Rp 1.374.192.267,00 Rp 2.546.265.090,68
53.97%
Pembiayaan
Rp -62.277.316,32 Rp -62.277.316,32
100%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp 18.173.000,00 Rp 25.500.000,00
71.27%
Dana Desa
Rp 1.036.438.000,00 Rp 1.036.438.000,00
100%
Alokasi Dana Desa
Rp 897.192.066,54 Rp 1.305.734.000,00
68.71%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 40.800.000,00 Rp 91.600.000,00
44.54%
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota
Rp 18.000.000,00 Rp 257.000.000,00
7%
Bunga Bank
Rp 2.401.902,00 Rp 5.000.000,00
48.04%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 964.425.017,00 Rp 1.598.738.477,68
60.32%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 378.870.250,00 Rp 746.586.075,00
50.75%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 30.897.000,00 Rp 198.364.600,00
15.58%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 0,00 Rp 2.575.938,00
0%