You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Tamanbali
Logo Desa Tamanbali
Desa Tamanbali

Kec. Bangli, Kab. Bangli, Provinsi Bali

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI DESA TAMANBALI, MEDIA TRANSPARANSI ANGGARAN DAN TEMPAT PENGAJUAN SURAT MENYURAT ADMINISTRASI

BUMDes Citra Mandiri Raup Penghasilan Rata-Rata 100 Juta per Tahun

Admin Desa 26 April 2018 Dibaca 3.318 Kali
BUMDes Citra Mandiri Raup Penghasilan Rata-Rata 100 Juta per Tahun

Berada pada jalur padat Ketapang – Banyuwangi, dekat dengan Pelabuhan Ketapang,  merupakan desa terluas di Banyuwangi, dengan luas 3.767 hektare, berpenduduk sebanyak 25.400 jiwa, membuat Desa Ketapang harus memanfaatkan potensi tersebut dengan pembentukan BumDesa Citra Mandiri. Dan sampai saat ini Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Citra mandiri telah mampu membukukan keuntungan rata – rata Rp. 14.000.000,- per bulan atau Rp. 100.000.000,- per tahun.

Kepala Desa Ketapang, H. Slamet Kasihono, S.Ag., memaparkan profil BUMDes Citra Mandiri di depan Rombongan Pemerintah Desa Tamanbali pada acara Kunjungan Studi Tiru ke Desa Ketapang, Kamis (11/04/2018) yang lalu.

Aset BUMDes Citra Mandiri saat ini mencapai Rp 200 juta, dan kini terdapat 25 pegawai. "Sekarang BUMDes bisa menyumbang PADes (Pendapatan Asli Desa)," kata Slamet.

Terdapat banyak bidang usaha di Citra Mandiri, yang menghasilkan laba bersih tiap bulan. Seperti koperasi (toserba) dengan laba bersih Rp 3 juta, simpan pinjam Rp 1,5 juta HIPPAM Rp 2,5 juta, fotokopi Rp 700.000, PPOB Rp 650.000, Kantin Rp 300.000, sampah Rp 2,4 juta, pasar Rp 3,1 juta, dan usaha lainnya yang kini tengah dikembangkan.

"Kami awalnya koperasi, dan kini berkembang menjadi BUMDes," kata Slamet.

Dalam menjalankan usahanya, Citra Mandiri berinovasi dengan memberikan kemudahan pada warganya melalui sistem pembayaran on call, dengan diantar ke rumah warga.

"Misalnya seperti tagihan listrik dan air, kami cetak dulu print out-nya lalu diantar ke rumah warga. Ada juga yang melalui Ketua RT setempat dan kelompok," kata Slamet.

Citra Mandiri juga bekerja sama dengan Bulog, untuk menjual kebutuhan bahan pokok, seperti beras, gula, minyak goreng, dan lainnya dengan harga di bawah pasar.

Butuh inovasi, kesabaran, dan kerja keras untuk bisa membangun BUMDes. Bahkan Slamet menceritakan, di awal dia menjabat sebagai Kepala Desa, sempat menjual mobil pribadinya Toyota Avanza untuk membayar utang gaji karyawan dan membangun BUMDes.

"Dulu karyawan saya sempat enam bulan tidak gajian. Dan itu saya anggap utang pada mereka," kata kepala desa kelahiran Banyuwangi 12 Januari 1972 itu.

Saat itu, meski tidak gajian, Slamet mengusahakan agar kebutuhan pokok 17 pegawainya bisa terpenuhi. Slamet tetap mengupayakan mereka mendapat beras, agar bisa dibawa pulang.

Uang hasil penjualan mobil itu, selain untuk membayar gaji pegawai juga digunakan Slamet untuk modal awal BUMdes. Dia bekerja sama dengan bulog dengan membeli paket sembako.

Bulog juga memberi kemudahan, desa bisa utang. Selain itu, Slamet membeli barang-barang Alat Tulis Kantor (ATK), mesin fotokopi, dan kebutuhan usaha BUMDes lainnya.

Dengan sabar Slamet menekuni dan mempromosikan BUMDes Citra Mandiri pada warganya. Toserba yang sebelumnya menghadap ke dalam kantor, dibongkar dan diubah menghadap jalan agar warga yang lewat bisa ikut membeli.

Perlahan namun pasti, selama tiga tahun, akhirnya BUMDes Citra Mandiri kini membuahkan hasil. Jumlah pegawai yang dulunya 17 orang, kini menjadi 25 orang. Honor pegawai yang dulunya Rp 600.000, kini menjadi Rp 1 juta.

Bahkan Citra Mandiri tahun ini berencana menambah bidang usaha, seperti Pengelolaan Pasar Desa, Usaha Peternakan Kambing, Kantin Desa, dan Kerajinan Batik.

"Siapa yang bilang BUMDes itu tidak bisa? Asalkan ada kemauan dan inovasi, semua bisa," kata mantan Kepala Sekolah TK Islam Al Qomar Banyuwangi tersebut.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 2.013.004.968,54 Rp 2.721.272.000,00
73.97%
Belanja
Rp 1.374.192.267,00 Rp 2.546.265.090,68
53.97%
Pembiayaan
Rp -62.277.316,32 Rp -62.277.316,32
100%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp 18.173.000,00 Rp 25.500.000,00
71.27%
Dana Desa
Rp 1.036.438.000,00 Rp 1.036.438.000,00
100%
Alokasi Dana Desa
Rp 897.192.066,54 Rp 1.305.734.000,00
68.71%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 40.800.000,00 Rp 91.600.000,00
44.54%
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota
Rp 18.000.000,00 Rp 257.000.000,00
7%
Bunga Bank
Rp 2.401.902,00 Rp 5.000.000,00
48.04%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 964.425.017,00 Rp 1.598.738.477,68
60.32%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 378.870.250,00 Rp 746.586.075,00
50.75%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 30.897.000,00 Rp 198.364.600,00
15.58%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 0,00 Rp 2.575.938,00
0%