JADWAL CUTI BERSAMA KANTOR DESA TUTUP DARI HARI JUMAT TANGGAL 29 APRIL S/D 8 MEI 2022 DAN BUKA KEMBALI HARI SENIN TANGGAL 9 MEI 2022

Artikel

Air Terjun Dedari Obyek Andalan Desa Adat Jelekungkang

06 April 2018 15:20:11  Administrator  1.223 Kali Dibaca  Berita Desa

Di balik ketenangan Banjar Jelekungkang, rupanya ada satu lokasi di mana air bersahutan dengan riuh. Tiga air terjun yang terletak di banjar ini menimbulkan suara alam yang bisa didengar mulai jarak satu kilometer. Memanggil mereka yang berjiwa petualang untuk datang dan menyaksikan keindahannya. Air terjun Jelekungkang boleh dikata masih jarang dikunjungi wisatawan. Lokasinya yang berada di tengah tegalan membuat tak banyak orang menyadari keberadaannya.

Warga setempat memang sering mengunjungi lokasi air terjun ini untuk kepentingan hidup, yakni mengambil air. Namun belakangan ini, warga juga mempromosikan air terjun sebagai daya tarik wisata.

Banjar Jelekungkang berada di wilayah Desa Taman Bali, Bangli. Untuk mencapai lokasi ini, Anda bisa menggunakan jalur Gianyar-Bangli, melewati Desa Sidan (Gianyar), Desa Bunutin (Bangli), dan Desa Taman Bali (Bangli). Setelah melihat Lapangan Taman Bali, berjalanlah ke arah timur.

Di sanalah Banjar Jelekungkang berada. Jika Anda sudah mencapai Banjar Jelekungkang, tidak perlu bingung mencari lokasi air terjun. Warga setempat telah memasang papan petunjuk arah untuk menemukannya.

Sebelum menyaksikan keindahan air terjun yang juga dinamakan air terjun Dedari ini, Anda harus melakukan tracking singkat melintasi tegalan.

Jalur masih sangat alami, belum disentuh oleh semen apalagi aspal. Hanya tanah yang diukir menjadi tangga. Namun bagi yang menyukai petualangan dan alam, barangkali jalur semacam inilah yang diidamkan.

Lumpur tanah yang menempel di alas sepatu dan kaki membawa rasa ‘greget’ tersendiri.

Perjalanan tracking ini tak begitu jauh. Apalagi jika Anda datang bersama kawan dan keluarga. Udara sejuk dan suasana alami yang ditawarkan sepanjang jalur ini. Di tengah perjalanan, suara air terjun yang riuh mulai terdengar.

Di akhir tracking, Anda akan bertemu dengan tiga ‘dedari’ cantik dari Jelekungkang. Ketiganya hadir dengan wajah uniknya masing-masing. Dedari pertama adalah air terjun lurus dengan ketinggian sekitar 20 meter dan memiliki kolam kubangan berdiameter sekitar 7 meter.

Dedari kedua adalah ‘adik’ dari dedari pertama. Ia merupakan terusan air terjun pertama yang mengalirkan air menuju Tukad (sungai) Melangit. Dedari ketiga letaknya berhadapan dengan air terjun pertama dan kedua, yang dapat dilihat beberapa meter dari lokasi air terjun pertama.

Air terjun ketiga terlihat berada tepat di bawah pura yang dibangun masyarakat.

“Kami juga menyebutnya Air Terjun Dedari, sebab nama itu sudah digunakan nenek moyang kami untuk menyebut pancoran yang ada di sana,” ungkap I Wayan Wirya, Bendesa Adat Jelekungkang. Wayan Wirya menuturkan, daya tarik wisata ini masih dalam tahap pembangunan. Masyarakat membangun jalan dan menata kawasan sekitar secara gotong-royong.

Sebelum menjadi kawasan wisata, air di kawasan ini juga dimanfaatkan untuk mengairi pertanian yang ada di desa. Terlihat beberapa terowongan aungan yang dulu memiliki fungsi untuk mengalirkan air ke sawah atau ladang petani.

Namun beberapa sudah tidak berfungsi lagi.

Bagi wisatawan yang membawa kamera, tentunya keindahan air terjun ini pantas dijadikan obyek foto. Beberapa foto di media sosial instagram yang telah memasang tagar #airterjunjelekungkang, berhasil mengabadikan momen-momen terbaik wisatawan di tempat ini.

Ini tentu bisa menjadi bukti kenangan petualangan bersama bidadari berwujud air terjun. 

Destinasi Wisata Baru

Bendesa Adat Desa Pekraman Jelekungkang, Wayan Wirya, menyampaikan air terjun ini masih dalam tahap pembenahan dan penataan, sehingga nantinya siap menjadi satu bagian destinasi wisata di Bangli. 

Kotak dana punia terletak di atas meja dekat parkiran. Pengunjung boleh menyumbang seikhlasnya. Terlihat pecahan uang Rp 5 ribu hingga Rp 20 ribu terkunci di dalam kotak kaca tersebut.

Menuruni jalan setapak beralaskan tanah, pemandangan tegalan dan jurang dengan pepohonan hijau cukup menyegarkan mata. Jalanan tanah ini terlihat baru saja dicangkul oleh warga, agar wisatawan bisa berjalan dengan nyaman. 
Menurut Gusti Sudiarta, warga setempat yang juga bagian kelompok krama yang menata air terjun, air terjun ini telah ada sejak lama dan kerap digunakan oleh warga sekitar saja. Kemudian terdapat usulan dari pemilik lahan dan beberapa krama untuk mengembangkannya menjadi destinasi baru di Bangli.

 “Tempat ini menarik sebagai lokasi wisata sebab pengunjug bisa melihat tiga air terjun sekaligus. Airnya yang dingin menjadikan air terjun ini semakin segar tatkala siang hari,” ucapnya. 
Menurut pengamatan Tribun Bali beberapa waktu lalu, warga terlihat lalu-lalang di sekitar air terjun pada sore hari. Mereka bergotong royong membangun kawasan sekitar air terjun agar pengunjung merasa nyaman.

Ada yang mencangkul tanah dan membuka jalan, ada yang membersihkan pepohonan, ada yang menanam bunga dan tumbuhan hias, ada juga yang membersihkan tebing. 

Anak-anak pun terkadang ikut membantu orangtuanya bekerja, sembari setelah itu mandi di air terjun. (balitribun.com*)

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Pengajuan Surat

Hubungi Kami

Hubungi Kami

Aparatur Desa

Back Next

Sinergi Program

Prodeskel E-Billing Pajak
SDGs Desa SIKS-NG

Destinasi Wisata

Desa Wisata Guliang Kangin Air Terjun Dedari Kuning Waterfall & Adventure Pancoran Solas

Peta Desa

Tamanbali on Facebook

Komentar Terbaru

Info Media Sosial

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:440
    Kemarin:532
    Total Pengunjung:512.427
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:3.223.3.251
    Browser:Tidak ditemukan

Arsip Artikel